Minggu, 13 September 2009

orang penting dalam hidup anda


Daftar Orang Penting 

Kalau kita ditanya "untuk apa kita bekerja", maka jawabannya pasti untuk kesejahtaraan dan kebahagiaan keluarga.

Sekarang pertanyaannya; apakah selama ini kita telah mensejahterakan dan membahagiakan keluarga kita?

Setiap orang yang bekerja keras siang dan malam tidak lain adalah untuk memberikan kebahagian kepada orang-orang dekat dan lingkungannya. Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani setiap anggota keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.

Tidak jarang mereka mengorbankan waktu dan pikirannya hanya untuk mendapatkan sesuatu yang dapat membahagiakan dirinya maupun keluarganya. Mereka sibuk mengatur waktu untuk melakukan hubungan bisnis dengan orang-orang yang mereka anggap penting yang dapat memberikan kebahagiaan buat mereka.

Tapi pada kenyataan, banyak para orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan dan bisnis mereka sehingga mereka melupakan tujuan mereka untuk membahagiakan keluarganya. Mereka beranggapan, dengan kerja keras mereka selama ini dengan materi yang berkecukupan bisa memberikan kebahagiaan buat mereka. Mereka sibuk melakukan hubungan dengan orang-orang yang mereka anggap penting, tapi mereka lupa bahwa keluarga juga merupakan orang-orang penting yang akan mendorongkan mereka untuk lebih maju.

Karena mereka mengaggap orang lain lebih penting dari keluarga, sehingga mereka sering lupa untuk memberikan sentuhan komunikasi dan kebersamaan dalam keluarga. Yang ada dalam pikirannya; bahwa dia telah mencukupi kebutuhan materi keluarga, sehingga dengan demikian kebutuhan keluarga sudah terpenuhi lahir bathin.

Sebagai ilustrasi sederhana mungkin bisa disimak cerita dibawah ini:

Seorang ayahnya yang super sibuk, yang bekerja setiap hari dengan waktu yang sangat padat. Sehingga demikian sibuknya, dia tidak punya waktu untuk berkumpul dengan keluarganya.

Pada satu hari, sang ayah dikunjungi oleh sang anak di ruang kerjanya. Sang anak memperhatikan sang ayah bekerja; mengetik di komputer, menulis di buku dan sebagainya. Tapi sang ayah tetap fokus dengan pekerjaannya atau mungkin tidak menyadari kehadiran sang anak.

Melihat kesibukan ayahnya, maka sang anak bertanya kepada sang ayah:

Anak: "Ayah, sedang ngapaian?"
Ayah: "Ayah sedang membuat dafar orang penting yang ingin ayah kunjungi hari ini"
Anak: "Apakah nama saya ada dalam daftar ayah?"

dari milis motivasi

Rabu, 02 September 2009

pencerahan keledai


Meraih Kemenangan 

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Kemudian petani itu berpikir bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena dianggapnya berbahaya, jadi tidak berguna untuk menolong keledai. Petani itu mengajak tetangga-tetanggany a untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan keluar dari sumur.

Begitulah kehidupan senantiasa menuangkan masalah, problem, dan kesedihan agar kita mampu menjadi kuat dan dewasa. Mengguncangkan segala macam problem, masalah, kesedihan dari pikiran kita agar tetap jernih dengan menggunakannya sebagai pijakan melangkah naik keluar dari sumur ‘penderitaan’ dan melahirkan sikap kearifan dalam hidup kita.

Dari milis motivasi