Rabu, 05 Juni 2013

melihat-lihat peluang bisnis


Alkisah pada abad ke-19 di Negeri China. Toko Buah Yu mengangkut 50 keranjang nanas dari daerah Laiyang ke Shanghai. Karena perjalanan yang jauh, maka ada sebagian nanas yang mulai membusuk dan dibuang..

Di seberang Toko Buah Yu ini, tinggallah sepasang suami istri yang miskin. Mereka segera memungut nanas-nanas yang dibuang itu dan mengupasnya. Lalu dengan teliti memilih bagian yang masih baik, memotongnya kecil-kecil, kemudian menjualnya. Ternyata, dagangan itu laris manis.

Akhirnya, suami istri tersebut membeli nanas yang tidak bisa dijual Toko Buah Yu karena sudah mulai membusuk. Pemilik Toko Buah Yu menyambut dengan senang hati dan menjual berkilo-kilo nanas dengan harga sangat murah!

Pasangan suami istri miskin ini, bekerja dengan tekun. Mereka membuka kios sederhana di depan rumah. Selain menjual nanas dalam potongan-potongan kecil, mereka juga menyediakan kue dodol nanas. Bisnis mereka berjalan baik dan lanacar. Dalam waktu yang tergolong singkat, kue dodol nanas telah menjadi makanan khas daerah Tiongkok Selatan dan bahkan dikenal sampai ke kerajaan.

Pemilik Toko Buah Yu iri hatinya, atas keberhasilan bisnis suami istri yang tinggal di depan tokonya. Ia tahu bahwa kue dodol nanas itu terbuat dari nanas asal tokonya, yang sudah mulai membusuk. Maka pada malam hari, Tuan Yu menulis tiga aksara berikut: 天知道 (Tian Zhi Dao)/Langit Tahu di sehelai kertas, lalu menempelnya di pintu toko kue dodol nanas.

Esok harinya, suami istri tersebut melihat tulisan itu. Mereka terperanjat, tahu kalau ada orang yg ingin merusak bisnis mereka. Tapi kemudian, sang suami tertawa dan berucap, “Saya kebetulan sedang berpikir mencari nama toko, dan hari ini ada orang yang menuliskan nama toko dan mengirimnya ke depan pintu. Bagus sekali!” Katanya lagi, “Kaisar juga pernah memakan kue dodol nanas dari tokoku. Kaisar adalah Putra Langit di masa ini, jadi memang sudah seharusnya kalau memakai nama “天知道 (Tian Zhi Dao)”. Oke, saya gunakan tiga aksara ini sebagai nama toko!” Akibatnya bisnis kue dodol nanas ini menjadi semakin melejit.

Tuan Yu berang bukan main. Rasa iri dan dengkinya makin menjadi-jadi. Selanjutnya, ia dengan liciknya melukis di dinding toko itu seekor kura-kura yang menyembunyikan kepala di dalam tempurung dengan disertai tulisan, “Tidak tahu malu!”

Keesokan harinya, melihat lukisan kura-kura ini, sepasang suami istri itu terdiam, namun sejenak kemudian keduanya berucap secara bersamaan, “Kita gunakan kura-kura sebagai logo produk. Kue dodol nanas memang dapat menyembuhkan batuk dan memperpanjang usia. Sementara kura-kura adalah hewan yg panjang usianya.” Sejak itu, logo kura-kura menjadi logo yang terkenal di Shanghai.

Orang bijak dapat mengubah setiap gangguan menjadi peluang. Luar biasa!

Jumat, 05 April 2013

7 Kebiasaan Pebisnis yang Sukses


Orang-orang sukses tak dipungkiri adalah mereka yang mengetahui sesuatu sementara yang lainnya tidak. Mereka berpikir dan beraksi berbeda dari orang kebanyakan. Kunci utama sukses setiap orang hampir sama, yakni ambisi, kerja keras, gigih, dan sikap positif.
Nah, jika Anda ingin mencapai sukses yang serupa tapi dengan cara berbeda, simak tujuh tips dari Lewis Schiff, penulis buku Business Brilliant. Dalam surveinya untuk buku tersebut, Schiff mendapati bahwa orang-orang yang sangat sukses berpikir dan bertindak secara berbeda dari mayoritas orang dengan tingkat pendidikan dan kecerdasan yang sama. Berikut contohnya.
1. Memiliki saham penting untuk menjadi makmur
Hampir 90 persen orang-orang sukses percaya akan hal ini. Lebih penting lagi, 80 persen dari para business brilliantyang disurvei Schiff mengatakan bahwa mereka sudah memiliki saham ekuitas di perusahaan mereka. Hanya 10 persen dari kalangan kelas menengah yang memiliki stock share dalam jenis apa pun, sedangkan mayoritas (70 persen) mengatakan bahwa mereka bahkan tidak mencoba memilikinya.

2. Selalu mencari keuntungan dari kesepakatan bisnis yang dilakukan
Sekitar 90 persen individu yang sukses berbisnis mengungkapkan bahwa mereka selalu mencoba meraih keuntungan dari kesepakatan bisnis yang mereka lakukan. Bahkan meski keuntungan tersebut kecil, tapi jika diperoleh dari sejumlah kesepakatan atau transaksi tentu akan terakumulasi menjadi lebih besar.
3. Melakukan sesuatu dengan baik lebih penting daripada melakukan hal-hal baru
Akan lebih bermanfaat jika punya ide atau gagasan yang biasa, dan mengeksekusinya dengan sangat baik. Itulah yang diyakini 9 dari 10 orang yang sukses. Kebanyakan orang bilang untuk sukses harus punya ide yang baru dan hebat, namun itu salah. Yang penting adalah meski ide kecil kalau ditangani dengan baik akan berhasil baik pula.
4. Mempekerjakan orang yang lebih pintar daripada Anda
Orang yang brilian dalam berbisnis kadang berfokus pada dua atau tiga hal yang sangat mereka kuasai. Maka mereka menuntaskan pekerjaan dengan membangun tim yang memiliki kemampuan yang saling melengkapi. Memang, kebanyakan orang lebih memilih untuk melakukan tugas-tugas yang tidak begitu mereka kuasai ketimbang meminta orang lain untuk mengerjakannya. Inilah yang tidak akan dilakukan seorang yang brilian dalam berbisnis. Ia tahu bahwa ia akan sukses karena kekuatannya, bukan kelemahannya.
5. Mengetahui motivasi bisnis rekan kerja Anda
Jika Anda saat ini bergantung pada satu orang karyawan karena kemampuannya, ada baiknya mengetahui apa yang membuat karyawan tersebut memberikan kemampuannya secara maksimal. Kesediaan dan keingintahuan Anda untuk memahami motivasi rekan kerja Anda merupakan penanda kesuksesan yang tidak dimiliki orang lain.
6. Segera membatalkan kesepakatan jika dirasa tidak benar
Kesepakatan bisnis yang jelek, sama halnya dengan pernikahan yang buruk, sangat menyakitkan dan bisa menghabiskan banyak biaya. Oleh karenanya sebelum memutuskan mengambil atau menangani bisnis, lebih baik memikirkannya dengan matang. Jika kesepakatan yang akan terjadi dirasa tidak sesuai harapan, 71 persen orang yang brilian dalam berbisnis akan segera membatalkannya. Memang berisiko, namun mereka menghindari kerugian yang lebih besar yang mungkin akan terjadi.
7. Belajar menjadi lebih baik dari kegagalan
Tidak selamanya apa yang dilakukan berhasil, bahkan para brilian dalam bisnis rata-rata lebih banyak mengalami kegagalan. Tetapi mereka menjadikan kegagalan sebagai proses menjadi lebih baik. Bagaimana pun juga, apapun yang layak dicoba memiliki elemen risiko. Usaha terus-menerus membantu untuk mencapai sukses di langkah-langkah selanjutnya.

sumber : small business